Nilai Bitcoin Berpotensi Turun 80% di Pasar Kripto: Akhir Masa Jaya?

Harga Bitcoin tertatih mendekati jurang penurunan hingga 80% dari nilainya saat ini. Hal tersebut menurut penuturan seorang trader veteran Peter Brandt.

Sosok trader tersebut dikenal dengan prediksi akurat dalam pasar kripto sejak Desember 2017.

Aset kripto terbesar di dunia tersebut menutup bulan Mei 2022 yang diproyeksi optimis dengan berada pada zona merah. Hal tersebut disebabkan utamanya oleh tekanan dari Bank Sentral US dan dampak lain dari inveasi Rusia ke Ukraina.

Dampak guncangan kepercayaan tersebut juga disebabkan oleh keruntuhan dramatis UST dan token LUNA pada Mei 2022. Penurunan tersebut terlalu besar untuk diatasi pasar kripto pada Mei 2022.

Meski demikian, Terraform Labs berhasil merilis kembali UST dengan rantai (blockchain) baru. Namun hal tersebut tidak berdampak banyak untuk memperbaiki keadaan.

Mayoritas analis pasar berpendapat bahwa Bitcoin telah memasuki fase stabil dan berpotensi berada sedikit di bawah nilai idealnya.

Namun Peter Brandt berpendapat lain. Ia beropini bahwa Bitcoin berada di ambang kemunduran keempat lebih dari 80% sejak 2011.

“Ini akan menjadi koreksi keempat sebesar lebih dari 80% sejak 2011,” ujar Brandt dikutip dari akun Twitter pribadinya @PeterLBrandt pada Jumat, 4 Juni 2022.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi yang diperkirakannya akan menjadi besaran tertinggi dari catatan sebelumnya. Pada tahun 2017, ia memperkirakan penurunan sekitar USD$19.900.

Analisanya tersebut diberikan usai menanggapi seorang analis kripto yang menggunakan nama Cheds. Analis tersebut memperkirakan Bitcoin akan turun pada nilai USD$12.000 dalam waktu dekat. Apabila hal tersebut terjadi, penurunan tersebut akan menjadi yang terbesar dan pertama bagi Bitcoin.

Bitcoin saat ini tampak berada pada titik batas pertumbuhannya. Secara umum, masa depan jangka pendek token kripto bergantung pada kemampuannya menangani dukungan. Perkembangan terkini mengindikasikan masih adanya potensi penurunan yang besar menjelang musim dingin 2022.

Namun di sisi lain, Bitcoin juga mengindikasikan harapan pada awal pekan. Titik terang tersebut hadir saat adanya peningkatan kecil pada zona USD30.000 pada Senin, 6 Juni 2022. Pada hari berikutnya, Bitcoin telah mencapai nilai USD32.000 hanya dalam satu hari.

Mayoritas token kripto unggulan kehilangan 18.8% nilainya dalam 30 hari terakhir. Sementara kapitalisasi pasarnya menyusut dari USD760 miliar menjadi nilai USD566 miliar saat ini.

Investor berpotensi terus memantau harga Bitcoin sebelum mengambil langkah tertentu. Meski demikian, beberapa analis tetap optimis dengan tren jangka panjang Bitcoin. Hal tersebut dilatarbelakangi adopsi positif beberapa bulan terakhir serta fundamentalnya yang kuat.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.